First blog post

Tak Kenal maka Tak Kenal

Jika saya tidak memperkenalkan diri, maka pastilah Anda tidak mengenal saya. Meskipun demikian, saya ingin Anda tahu sedikit banyak tentang saya, mengapa? Ya tidak apa-apa. Dan tahukah Anda? Saya juga tidak mengenal Anda. Jadi jika Anda ingin kita berkenalan secara resmi, maka Anda juga bisa memperkenalkan diri Anda, karena saya pasti belum mengenal Anda.

Kalau begitu, perkenalkan nama saya adalah Sekar Tunjung Wijayanti yang biasa dipanggil Sekar atau Tunjung atau Wijayanti. Dalam bahasa Jawa, Sekar berarti bunga dan Tunjung berarti teratai, sedangkan Wijayanti adalah marga keluarga. Ayah dari ayah saya yang memberikan nama tersebut, dengan harapan agar saya bisa tumbuh seperti halnya bunga teratai; dalam artian, beliau ingin agar saya tetap dapat berbunga di dalam air yang jernih maupun keruh. Saya lahir di Wonogiri, 17 April 1996, hari Rabu Pahing dengan wuku Wayang. Wonogiri adalah sebuah kota kecil yang terletak di sebelah selatan kota Surakarta, jaraknya sangat jauh, bisa berhari-hari jika Anda tempuh dengan jalan kaki dan banyak istirahat. Wono berarti hutan dan Giri berarti gunung. Jadi berdasarkan namanya, kota wonogiri adalah daerah yang di kelilingi hutan dan gunung; itu sekarang, tidak tahu kalau besok. B adalah golongan darah saya. Jika Anda tidak percaya, Anda bisa bertanya pada ayah atau ibu saya, mengapa? Karena saya adalah anak tunggal, jadi saya tidak memiliki saudara kandung untuk ditanyai. Sedangkan kepribadian saya adalah Ambievert dan Sanguin. Selain itu, saya menyukai warna merah, tapi entah mengapa hampir semua barang-barang saya berwarna biru. Tragis memang, tapi apa boleh buat? Toh itu semua itu cuma barang pemberian; pemberian dari uang ibu dan ayah saya.

Saya pikir tidak akan lengkap rasanya jika saya tidak berbagi cerita mengenai physical appearance saya. Ingin mulai dari atas atau dari atas? Ya sudah, akan saya mulai dari atas. Rambut lurus sedada dengan dua lesung pipi serta bibir tipis menghiasi wajah oval saya. Dengan tinggi 1,5 meter, saya masih bersyukur tidak dianggap anak di bawah umur oleh anak di bawah umur. Mengapa? Mungkin karena wajah saya yang sudah tidak mau lagi seirama dengan tinggi badan saya yang menetap di umur 15 tahun. Terpujilah kerang ajaib karena saya tidak terlahir dengan hidung yang nyaris tenggelam. Akan tetapi, kulit sawo matang saya sayangnya tidak ingin bercita-cita sebagai matahari, sehingga ia lebih memilih untuk berguru pada musuhnya, sang kegelapan. Ya, saya memang menikmati aktifitas di luar rumah; sebagai tambahan informasi untuk Anda. Jika dan hanya jika Anda ingin tahu.

Semua informasi yang Anda tidak ketahui dapat Anda temukan jawabannya di Google, tetapi jika Anda malas mencari tahu, tidak apa-apa. Mengapa? Karena blog saya tidak mewajibkan Anda untuk tahu. Anda hanya cukup (selalu) berkunjung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s